Stasiun, Pukul Lima
Pagi para pelaju, dicatat dari peron yang masih mengantuk.
Tulisan ini adalah konten demonstrasi untuk menguji tampilan, bukan karya penulis nyata.
peron masih mengantuk lampu-lampu belum yakin pada pagi
kami berdiri berbaris membawa mimpi semalam dalam tas yang terlalu sempit
kereta datang seperti janji yang ditepati tepat ketika kami hampir menyerah
Tulisan Terkait
Hujan di Kota Hujan
Sebuah puisi tentang kota yang mengenal namamu dari bunyi atap seng.
Aksara Ibu
Tentang bahasa pertama yang tidak diajarkan di kelas mana pun.
Doa Penjual Buku Bekas
Semoga setiap halaman menemukan pembacanya yang kedua.